Benarkah Tindakan Kita Terhadap Anak ?

In Inspirasi 80 views

Anak merupakan dambaan bagi tiap orang tua. Selain dambaan tiap orang tua anak merupakan amanah dari Allah SWT yang diberikan kepada setiap orang tua, anak juga buah hati, anak cahaya mata, tumpuan harapan serta kebanggaan keluarga. Anak adalah generasi mendatang yang mewarnai masa kini dan diharapkan dapat membawa kemajuan di masa mendatang. Bagi kita yang memiliki anak usia 3 – 14 th umumnya menganggap bahwa anak kita lebih banyak meminta daripada memberi. Lihat saja bagaimana mereka tiap detiknya memanggil kita hanya sekedar meminta permen, jajan di warung, main games, nonton TV, dll. Namun tidak ada yang salah dengan hal itu, karena fakta visual jauh lebih membekas di otak kita.

Benarkah Tindakan Kita Terhadap Anak

Benarkah Tindakan Kita Terhadap AnakNamun jika mau mencoba melihat kembali dan merubah sudut pandang kita, maka sejatinya mereka, anak-anak kita sesungguhnya lebih sering memberi daripada meminta. Pernahkah terpikir dan mengingat kembali bagaimana perasaan kita saat pertama kali melihat anak kita lahir, atau bahkan saat tahu istri kita mengandung? Bahwa kemudian setiap tetes ASI yang diberikan ibu kepada anaknya dihitung sebagai amal kebaikan bagi sang ibu. Betapa lelah dan letihnya kita kelak akan menjadi tabungan kebaikan di akhirat. Sedemikian rupanya mereka menjadi penawar dan pelepas penat atau stress sepulang kantor atau urusan duniawi lainnya. Dan masih begitu banyak pemberian yang mereka hadirkan untuk dapat kita rasakan. Hanya saja persoalannya adalah maukah kita merasakannya? Karena sejatinya, pemberian yang tulus tak pernah memaksa untuk dianggap sebagai pemberian.

Jika kita mampu menilai gelas yang terisi air setengahnya sebagai “setengah penuh” (half full), mungkin ini saatnya kita melihat anak-anak kita sebagai gelas yang “setengah penuh”, karena yakinlah bahwa kedepannya mereka akan memberikan banyak kebaikan dan menempa kita menjadi orang tua yang lebih dewasa. Meskipun fenomena yang ada menunjukkan masih banyak orang tua yang tidak menyadari dan bertanggun jawab terhadap anak-anaknya. Masih banyak anak-anak yang tidak memperoleh haknya dari orang tua mereka seperti hak mendapatkan perlindungan, pendidikan yang baik dan benar, hak menerima nafkah yang halal dan baik.

Oleh karena itu keluarga adalah sebagai lingkungan pertama dan utama. Sebab, keluarga tempat anak diperlihara, diasuh, dididik, dibimbing dengan pembiasaan dan latihan. Orang tua harus memahami perkembangan anak. Sebab, anak belajar secara alami dari orang tuanya dan orang-orang yang berinteraksi dengannya. Peran orang tua sangat dibutuhkan, yaitu bagaimana orang tua memotivasi dan memacu potensi anak agar tidak menjadi rendah diri dan dapat berkembang baik, sebab mereka mempunyai potensi untuk tumbuh kreatif, cerdas dan bertauhid

Tags: #anak #keluarga

No related post!
Must read×

Top